Samosa Segiempat? Emang ada??

Selama ini kita tahu yang segi empat itu martabak sementara samosa, camilan asal India ini identik berbentuk segitiga. Kira-kira bagaimana ekspresimu tatkala menemukan camilan renyah nan gurih ini bentuknya berubah?

Ini bukan gosong loh ya, karena pakai bumbu kare jadi digoreng kering ya bumbunya menempel di kulit so crispy so crunchy 🀀

Kalau sebelumnya cuma makan aja kini belajar membuat sendiri tentunya sebuah kemajuan tersendiri. Gegara nonton beberapa tayangan masak-memasak di YouTube eh jadi kepincut untuk terjun mengolah dan mengkreasikan. Sebagian bahan yang akan digunakan sudah tersedia tinggal membeli bumbu kari Indofood dan kulit lumpia yang ada di tukang sayur. Sebetulnya sih lebih pas kalau kulit yang melapisi isian bikin sendiri tapi pastinya butuh waktu lebih banyak lagi jadi supaya praktis dan simple maka pakai yang sudah jadi. Buat referensi nih bagi yang penasaran dan ingin coba membuatnya juga.


Bahan :

Kulit lumpia
Kentang 500 gr
Bawang putih 2 siung
Bawang bombay 1 buah
1 bungkus bumbu Kare
1 buah wortel
Kornet Sapi
2 buah cabai rawit
Air secukupnya
Minyak goreng secukupnya
1 sendok makan tepung terigu

Cara :

– Kupas kentang, cuci, setelah tiris lalu kukus hingga empuk sekitar 20 menitan.

– Dembari menunggu siangi wortel, bawang bombay, bawang putih, dan cabai cuci bersih dan masing-masing dipotong kecil-kecil.

– Begitu kentang empuk, angkat dan segera haluskan dalam wadah selagi hangat tidak sampai 10 menit beres.

– Tuangkan minyak ke wajan secukupnya, tumis bawang bombai dan bawang putih yang telah dicincang halus. Tambahkan irisan cabai aduk rata hingga harum. Gunakan api sedang.

– Masukkan kornet dan irisan wotel, aduk rata lalu masukkan bumbu kari dan beri sedikit air. Aduk sampai merata.

– Setelah air kalis, baru tambahkan kentang yang telah dihaluskan. Aduk lagi sampai merata kesemuanya. Gunakan api kecil saja.

– Tidak perlu menambahkan penyedap lagi karena wangi bumbu kare beserta campuran bawang dan cabai dirasa jadi kolaborasi yang pas.

– Setelah isian matang tempatkan pada wadah. Nah siap untuk dibungkus dengan kulit lumpia.

– Buat lem dari campuran 1 sendok tepung terigu dan air secukupnya.

– Beberapa saya buat berbentuk segitiga namun pada akhirnya berbentuk segiempat layaknya martabak mini.

– Goreng sebagian dengan api sedang sisanya bisa disimpan di freezer.

– Setelah terlihat krispi angkat, tiriskan, dan bisa langsung disantap sebagian camilan atau tambahan lauk makan. Rasanya yummy.

Nah mengapa jadi segiempat, awalnya aku juga buat bentuk segitiga tapi lantaran kulit ini tipis dan khawatir jebol saat proses penggorengan meski sebentar saja jadilah berkreasi sendiri. Pun isian di dalamnya. Jika tak menyukai kornet sapi bisa diganti suwiran daging ayam atau boleh juga dengan keju, balik lagi soal selera. Meski dibilang nyeleneh tapi rasanya tetap uenakkkk. Selamat mencoba teman-teman. πŸ€—

Catatan Do’a : Hadir ke Resepsinya Resa

Kemarin, 21 Maret 2021 cuaca sejak pagi begitu cerah bersemangatlah saya bersiap menghadiri resepsi pernikahan seorang teman sejak SD. Acaranya sendiri sedianya berlangsung pukul 16.00 hingga 18.00 WIB maka berangkat jam 15.00 itu sudah tepat. Sebab meskipun hari libur dan masih dalam suasana pandemi namun tak ada yang pasti bisa saja di tengah perjalanan terjadi kemacetan karena persimpangan jalan ada lampu merah lumayan banyak. Begitulah saya berasumsi. Lantas ketika persiapan nyaris rampung dan jam bergerak pada pukul 14.45 tetiba awan gelap menyergap tak luput petir gantian menyahut fix ini pertanda hujan akan turun.

Tak lama kemudian hujan deras mengguyur Cipayung. Waktu dimana seharusnya sudah meninggalkan rumah ini jadi malah mengurungkan niat sementara. Bukan tak ingin hadir bahkan tak sedetik pun terbesit membatalkan janji. Ya, janji temu dengan salah seorang teman lain yang jarak rumahnya ke lokasi acara lebih dekat. Jika dihitung kemungkinan dia hanya butuh sekitar 10 menit, terbukti tepat pukul empat sore mengabari bahwa telah sampai di lokasi. Bertempat di lantai 8 ballroom Fieris Hotel, Rawamangun (belakangan aku tahu hotel tersebut baru saja dibuka belum genap dua bulan lalu sekitar awal Februari tahun ini). Bukan itu saja, namun juga mengirim sebuah foto yang memperlihatkan sepasang pengantin duduk di pelaminan. Hatiku rasanya campur aduk, kalau saja boleh meminjam pintu kemana saja milik Doraemon pastilah sudah kulakukan.

Nyatanya hanya bisa memohon pada Allah SWT dengan segenap keyakinan aku pasti akan datang. Alih-alih menunjukkan emosi dari dalam diri alangkah baiknya aku terus berdoa. Ya, salah satu waktu mustajab dalam memanjatkan doa segala apa pun yaitu ketika hujan turun seperti ini. Aku terus saja meminta sambil diiringi keyakinan hujan akan reda. Sembari menunggu ku gunakan waktu untuk bermain game. Satu-satunya game yang ada di ponselku hanyalah World Search. Lumayan juga menambah skill dalam ketepatan mencari jawaban yang benar dimana kata-kata yang terdapat dalam permainan yakni bahasa Inggris. Tak semua ku jawab dengan benar bahkan tak jarang menebak atau menggunakan bantuan tatkala sudah kebingungan.

Setelah satu jam berlalu, alhamdulillah hujan perlahan menghilang terisa gerimis kecil yang memungkinkan aku bepergian. Oh ya aku mengajak serta adikku sebagai partner supaya ada teman seperjalanan. Dengan mengenakan baju rumahan dilapisi jas hujan lengkap terlebih dahulu kami bergegas pamitan lagi pada mama. Sempat berhenti sejenak isi bensin barulah Pepi melajukan motornya dengan kecepatan maksimal. Melewati TMII dan Kramat Jati jalanan kering tak ada bekas air hujan setetes pun yang tadi sempat basah kuyup jadinya hanya daerah tempat tinggal kami saja. Karena harus berganti baju, kami mampir sebentar ke rumah sepupu. Disana juga sama, cuaca tetap cerah seolah hujan enggan untuk singgah.

Baju telah berganti, ya tentunya badan sudah gerah lantaran sepanjang jalan tadi seperti mandi sauna hehe. Untungnya acara bertema indoor jadi nggak bakal kepanasan lagi. Sesampainya disana tetamu masih berdatangan tentunya sesuai protokol kesehatan. Aku mengisi buku tamu dan menerima sebuah souvenir yang bisa ditebak isinya berupa peralatan makan terdiri dari sebuah sendok, garpu, dan sepasang sumpit. Tak lupa membubuhkan hand sanitizer lalu beberapa teman menyambutku. Terima kasih sudah mau menunggu kedatangan ku yang harus merasakan drama sebelum tiba dan kita pun akhirnya bercengkrama bersama. Kukira awalnya mereka sudah pulang rupanya menunggu di pojokan sembari menantikan teman yang lumayan jauh ini.

Dapat warna pink 😁

Saat mengucapkan selamat pada pengantin baru Resa & Adit aku masih mengenakan masker kain senada dengan warna gamis dan kerudung yang ku kenakan alhasil si mempelai perempuan tak mengenali atau bahkan bingung siapakah diriku?? Barulah saat sesi foto bersama sobat eSDe dipanggil kami kompak maju berempat eh berlima deh karena adikku turut berdiri tepat di sebelahku. Nggak apalah ya karena di sela-sela acara lumayan jadi fotografer dia hehehe. Alhamdulillah Ya Allah, akhirnya lega bisa hadir ke resepsinya Resa. Bagaimanapun dia salah satu teman yang baik dan begitu rendah hatinya. Dia kasih support nggak hanya ucapan selamat ketika buku pertamaku terbit, melainkan ikut membeli. Itulah mengapa menerima undangan yang langsung dia kirim via japri membuat aku begitu semangat dan yakin untuk datang. Tentunya semua ini terjadi atas izin Allah SWT. Aku mendoakan agar pasangan pengantin ini sakinah, mawaddah, warrahmah.

Barakallah ya Resa-Adit, kami turut berbahagia πŸ’

Kita ikutan seminar pranikah bareng tapi nikahnya satu persatu. Semoga Allah yang Maha Baik lekas memberikan jodoh terbaik untukku, adikku, maupun teman-teman yang juga belum menikah. Aamiin Allahumma aamiin. Keep faith with Allah and the best scenario for your life. πŸ€—

Masak Hari Ini : Perkedel Tempe Pedas

Sebelumnya pernah bikin perkedel tempe tanpa telur (lantaran masih tercengang timbangan bb naik sampai empat kilo) tapi kemudian moto pun berubah yang penting sehat hehe. Nah tadi siang pas bingung mau makan pakai lauk apa, meluncurlah ke youtube melihat beberapa resep sederhana seperti tempe penyet dll tapi qoq ya kurang sreg akhirnya pas muncul perkedel tempe pedas mendadak mood jadi semangat. Dengan melihat resep yang ini tuh jadi memudahkan banget. Oh ternyata tempe perlu dikukus supaya nggak terlalu lama saat proses menumbuk atau dihaluskan.

Bahannya murah meriah :
Tempe 2 papan
Telur 2 butir
Bawang merah
Bawang putih
Cabai rawit
Lada bubuk
Garam
Daun bawang
Minyak goreng
Bumbu penyedap (bila suka)

Caranya juga simpel :

– Tempe dipotong menjadi beberapa bagian lalu kukus selama 15 menit

– Sambil menunggu, haluskan cabai rawit, bawang merah, dan bawang merah disesuaikan seberapa tingkat kepedasan yang diinginkan

– Setelah 15 menit, haluskan selagi hangat karena empuk jadi nggak memakan waktu lama

– Barulah tuang ke wadah campur dengan sambal tadi, dua butir telur, daun bawang yang sudah dicuci dan dipotong-potong, tambahkan garam atau boleh juga tambah penyedap

– Aduk hingga merata, resep aslinya ditambahkan tepung terigu dua sendok tapi nggak aku ikutin, balik lagi soal selera ya jadi kalau mau modifikasi sah aja

– Bentuk adonan sesuai keinginan, mau bulat atau enggak tak jadi masalah

– Goreng sampai warna keemasan atau bagi yang suka kering bisa ditambah waktunya

– Tiriskan sebentar baru sajikan, cocok jadi teman makan nasi atau bisa dijadikan camilan

Selamat mencoba, next time kita buat apa lagi ya πŸ€—πŸ€”

Zona Newstime : Celebrasi Cluster Solutif

9 Maret 2021 menjadi hari yang membahagiakan, bagaimana tidak pagi tadi tepat pukul 9 telah berlangsung selebrasi 9 CH dari Cluster Solutif. Solutif sendiri merupakan kepanjangan dari Seni, Olahraga, dan Kepenulisan kreatif. MasyaAllah ya, semoga semua yang terlibat senantiasa diberi kesehatan serta ilmu agar terus bermanfaat dan berdampak bagi sesama. Meski peran saya begitu kecil bahkan nyaris tak begitu ketara saya bersyukur bisa menyaksikan karya-karya hebat dari teman-teman yang juga keren. Sedih perjalanan akan berakhir namun ada pelajaran berharga yang didapat yakni untuk menjadi perempuan produktif maka perlu proses yang panjang pula tapi jangan pernah lelah dalam belajar.

πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰
SELEBRASI CLUSTER SOLUTIF

9 Maret ada yang menarik di kota Virtual Hexagon City, mari kita bersama menyaksikan Selebrasi Cluster Solutif yang seru dan bertabur hadiah.

Kebayang dong, gimana hebohnya para Hexagonia yang memiliki passion di bidang Kepenulisan, Olahraga dan Seni yang tergabung dalam 9 Co-Housing, berpadu dan bekerja sama menghasilkan karya yang luar biasa dalam Project Passion yang bisa bermanfaat untuk siapa saja.

Saksikan dan jangan lewatkan keseruan kami secara LIVE serentak di FanPage dan Channel YouTube Hexagon City pada :
πŸ—“οΈ Hari. : Selasa, 9 Maret 2021
⏰ Pukul : 9.00 – 10.00 WIB

FanPage: https://www.facebook.com/103723334855364/posts/220277253199971/

YouTube:
https://www.youtube.com/watch?v=pJ4sEV5GjF0
πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰

Resume Webinar : The Heritage of Ottoman Empire

Alhamdulillah, wasyukurillah kembali belajar sejarah. Acara kali ini bertajuk “The Heritage of Ottoman Empire”, hmm, semoga dimampukan Allah ke Turki ya supaya bisa mengulik lebih dalam sampai ke akar insyaallah. Menurut cerita salah satu peserta, (melalui chat room) yang pernah kesana nih bulan April merupakan bulan yang apik untuk menjelajah sebab bertepatan dengan mekarnya bunga cantik bernama Tulip. Duh makin mupeng ini, Ya Allah tolong aku . . .

Oia hampir lupa kan mau mengucapkan terima kasih dulu buat komunitas baca yuk yang sudah menyelenggarakan webinar ini dengan menghadirkan ustadz Felix Siauw sebagai narasumber. Buat yang masih penasaran bisa membeli dan membaca lebih dulu karya ustadz berjudul Muhammad Al-Fatih 1453. Beliau sendiri menuturkan bahwa menulis buku tersebut tahun 2011 dan baru berkesempatan ke Turki di tahun 2013. Itu artinya dua tahun setelah bukunya hadir di tengah-tengah masyarakat. Wah berarti menulis buku sejarah nggak harus ke lokasi duluan kan karena referensi bisa didapat dari berbagai media eh tapi aku mah belum sanggup menulis buku macam sejarah hehe. Sejarah juga butuh passion guys, makanya ustadz bisa mendetail gitu penjelasannya.

Hanya sedikit materi yang bisa ku bagikan mengingat sebelum acara dimulai aku mengerjakan solat Isya terlebih dahulu supaya nggak kelupaan setelahnya. Dan rupanya ada kendala pula di awal so jadilah catatanku apa adanya. Speaking about Turki, eh lanjut bahasa Indonesia aja ya biar nggak malu-maluin, merupakan salah satu negara muslim yang masih bisa kita akses mengenai kejayaan Islam disana.

Ayat favourite orang Turki tertera pada surah Al-Fath yang berbunyi β€œInna fatahna laka fat-ham mubina.” yang artinya β€œSungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.” Dari ayat inilah betapa Heritage Ottoman itu bercerita pada kita bahwa buyut muslim sesungguhnya keren dan inspiring. Itulah mengapa Nabi Muhammad dikisahkan banyak tetang nabi-nabi sebelumnya agar dapat mengambil hikmah dari masing-masing nabi terdahulu.

Ada sebuah kutukan, merasa munafik itu tanda keimanan sementara merasa sudah beriman justru sebaliknya tanda kemunafikan. Temukan alasan sebagai seorang muslim dengan kata Why? Kita perlu satu generasi terbaik agar Islam kembali berjaya namun masalahnya kini pikirannya terpecah belah. Banyak godaan seperti aplikasi dan tontonan yang kurang bermanfaat. Agar betul-betul jadi generasi emas selesaikan dirimu sendiri lebih dulu baru bicarakan ini.

Pelajari lagi pola karakter untuk mendidik generasi penerus agar mereka bangga buyut muslimnya itu istimewa. Ustadz Felix pun membagi fase-fase dalam mendidik anak. Wah perlu digaris bawahi nih teman-teman buat pembekalan mendidik , di antaranya :

  • Usia 5-8 tahun (mengingat usia 0-5 nalarnya belum sempurna) maka diperiode inilah habits baik perlu ditanam. Misalnya anak perempuan mulai dikenalkan berkerudung usia 6 bulan agar setelahnya ia terbiasa dan enggan melepas hijab.
  • Usia 8-13 tahun dimana logikanya mulai diasah dengan latih banyak menanyakan  why
  • Usia 13-17 sudah balig fase action, belajar pada tiga hal yakni Al-Qur’an, ulama, dan referensi sejarah. Pastikan di rumah tersedia buku sirah.

Dunia barat selalu saja memandang kita bahwa orang muslim itu jelek yang hobinya perang melulu. Padahal tokoh Barat sendiri di film-film ya seperti itu, bahkan lebih kejam, nah ustadz juga menyebutkan beberapa judul namun buatku yang nggak familiar maka jadi mikir bukannya mencatat hehe. Mengenai referensi sejarah paling lengkap di masa Ustmani terdapat di Jogja tepatnya Imogiri sebab bangsa Palestine begitu yakin Indonesia mampu bangkitkan kembali Islam. Aamiin, insyaallah.

Kapankah kiranya masa tersebut datang? Entahlah hanya Allah yang tahu namun sebagai hamba tak ada salahnya bagi kita berupaya mempersiapkan diri dalam menghadirkan generasi emas yang kelak jadi penghantar kejayaan itu kembali. Demikian pula setitik catatan yang bisa saya bagi, mohon kiranya ada kesalahan atau kekeliruan dinantikan kritik maupun saran. Sampai berjumpa dalam resume lainnya. Assalamualaikum wr. wb.

Nah berikut ini link rekamannya untuk menyimak πŸ™πŸ»

https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=273937004192899&id=323157779096153&fs=0&focus_composer=0

Zona Newstime

Memasuki zona terakhir kelas bunpro entah mengapa saya sendirian dilanda rasa mager yang luar biasa padahal biasanya masih berupaya tetap semangat melewati segala rintangan. Bahkan setor jurnal pun masih saja kepikiran dimanapun berada namun kali ini terbilang cuek kelewatan parah. Ah sepertinya saya harus rehat atau cuti sementara waktu agar di lain kesempatan bisa lebih baik dalam menjalani runutan belajar yang kalau dihitung hanya berkisar enam bulan saja. Dan bulan ini bisa dikatakan akan segera berakhir. Kembalilah wahai semangat dalam diri. 😭😭

Mengenai kinerja di Gerha Aksara, teman-teman sangat baik dan mereka semuanya memiliki inspirasi yang belum bisa saya aplikasikan. Sementara dirikulah yang paling silent reader serta lamban menyerna dalam berbagai sisi, entah itu ketika mengerjakan projek passion kami maupun mengerjakan tugas jurnal dll. Pokoknya mah kalau di sekolah saya bisa dapat rapor merah ini. Belum lagi tingkat manajemen waktu sedang kendur alhasil kacau balau melanda berbagai lini. Imbasnya menjadi kian nyata dimana-mana. Maafkan saya teman-teman belum bisa menjadi anggota yang aktif dan masih banyak kekurangan diri lainnya tanpa disebutkan pula kalian sudah merasakannya. πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

Zona Open Space Pekan 3

Tiba di pekan terakhir ini, saya merasa bahagia walaupun banyak tertinggal acara-acara yang menakjubkan. Sebab bagaimana pun juga tak lepas dari manajemen waktu agar segalanya tetap berjalan. Dari beberapa bahasan yang disajikan para speaker yang paling terngiang hingga sekarang adalah saat tak sengaja menyimak live instagram Hexagon City mengenai tulisan yang menggugah hati by uni Yesi Dwi Fitria. Entah mengapa mungkin karena saya juga seorang Motivator anak usia dini yang merindukan belajar secara tatap muka disisi lain juga lebih dulu menjadi penulis meski belum cukup mahir lantaran masih proses belajar tapi itu cukup membuatku ingin terus melaju.

Terlebih saat uni bilang, tulisan itu warisan maka rasanya tak ingin menulis sekadar ikuti tren atau apa dan lebih memilih tema yang memang disukai. Dan mengenai sosial media sebagai tempat rekam jejak digital kita, ya saya kini begitu nyaman membuat satu quotes perhari pada sebuah aplikasi. InsyaAllah semoga bisa terus istiqomah. Apapun temanya tapi berusaha untuk mengalirkan rasa lewat kata.

Niatan awal menjadi Bumblebee yang lompat kesana kesini mencari berbagai ilmu pada akhirnya menyadarkan diriku bahwa tak semua ilmu bisa dikejar jauh lebih baik setelah mendapatkan sesuatu untuk kemudian direnungkan dan dicerna mendalam agar menjadi wasilah kebaikan bukan hanya speaker yang membagikan ilmu tapi juga kita terapkan agar tak sia-sia atas apa yang telah didapatkan. Tetap semangat dan terus belajar, lain kali mungkin aku harus beranikan diri untuk berbicara bukan sekadar jadi pendengar, InsyaAllah.





Zona Open Space Pekan 2

Zona Open Space kini memasuki pekan kedua, jauh lebih meriah dibandingkan sebelumnya. Namun saya belum bisa aktif menyimak banyak webinar terlebih jadwal yang telah dicatat berubah seiring keadaan sehingga harus menyesuaikan lagi. Dan berikut secuil rangkuman yang berhasil saya abadikan guna bahan belajar sekaligus tugas jurnal kedua.

1. Fanpage Hexagon City, live 9 Februari 2021 (Selasa siang, lupa jam berapa)

Menyimak mbak Wita & mbak Hani memaparkan bagaimana menulis buku anak. Ya walaupun hampir setiap hari bertemu anak-anak murid tapi belum terpikir akan nyemplung ke dunia ini entah bila kemudian hari. Yang pasti menurut penuturan mba Wita bahwa target market untuk buku ini bakal langgeng ketimbang usia lainnya. Dan secara logika hal ini bisa diterima.

2. 10 Februari 2021 tentang investasi emas by mbak Risetyawati.
Karena di adakan di wa grup jadi walaupun ketinggalan tidak bisa menyimak secara ontime masih bisa membaca ulasan yang tersedia. Menarik sih karena aku belum pernah nabung dalam bentuk emas murni dan Mama ku waktu cuma menyarankan untuk beli perhiasan emas seperti gelang dan cincin. Nah jadi menambah ilmu barangkali setelah ini Allah limpahkan rezeki buat investasi emas juga seperti si pembicara. Aamiin.

Saya mulai perkenalan diri saya ya…πŸ€—

Perkenalkan saya Risetyawati, saat ini sedang menjadi mahasiswa Bunda Produktif Institut Ibu Profesional,  Cohusing 7 Cluster Beesmart, Hexagon City. 

Mengapa bahas EMAS?

Seperti kita ketahui bersama Emas menjadi sesuatu yang diminati bahkan disebut dalam Al Quran Q.S. ALI IMRAN : 14.
Saya punya rasa senang seputar Emas dan ingin share kembali materi tentang Emas yang saya dapatkan, boleh jadi di grup ini ada yang lebih paham dari saya..
Nanti kita sharing ya ❀️

Hanya ini yang saya cantumkan 😁

3. 12 Februari 2021 di tanggal nan cantik ini aku menyimak uni Yesi dalam live instagram HC bertema Tulisan yang Menggugah. Btw aku sempat ikutan haru biru lantaran sempat membahas bagaimana seorang guru yang rindu akan murid-muridnya di masa pandemi gini. Memang tulisan yang lahir dari hati bakal menyentuh hati para pembacanya. Bisa dibilang ini merupakan sesi yang tak direncanakan bahkan lebih ketidaksengajaan ketika membuka ig eh qoq temannya menarik sekali jadi aku pun enjoy saja mengikuti hingga akhir. Sedikit yang bisa saya catat dari pembicara bahwa Tulisan itu warisan sementara sosial media adalah rekam jejak digital.

Dari media sosial semisal Fb kita bisa menyadari bahwa pernah lebay bin alay pada zamannya hehe. Sekian. Nantikan cerita di pekan terakhir yaaa.


Zona Open Space Pekan 1

Memasuki zona lanjutan atau yang bernama Zona Open Space menjadi ajang belajar para mahasiswi nya BunPro tampil di depan layar. Pilihannya sendiri bisa live melalui fanpages Facebook, youtube, instagram, zoom HC dll. Mungkin kalau tak ada covid dan PSBB acara ini bakal berlangsung layaknya konferensi Asia-Afrika di hotel gitu dan seluruh member hadir wah betapa menakjubkan jika dibayangkan. Namun dengan suasana yang masih seperti ini itulah mengapa program dibuat serentak online dengan menggunakan platform yang tersedia. Tergantung pada pilihan hati para speaker yang akan berlaga menyampaikan materi sesuai passionnya masing-masing. Bunda Septi selaku founding mother kota impian, Hexagon City berharap semuanya berkontribusi tidak hanya menjadi speaker atau learner saja.

Adapun empat peran yang bisa diambil masing-masing individu pada program yang sedianya berlangsung sejak 8 – 22 Februari 2021mendatang yaitu :

1. Speaker atau Host Announce. Peran ini lumayan banyak peminatnya sebab sebagai laboratorium sebelum jadi pembicara profesional nantinya. Sementara aku berpikir ini belum saatnya bagiku. Walaupun ada keinginan untuk mencoba namun masih bingung dalam menentukan apa yang akan aku bagikan. Sebelum terjun menjadi motivator atau tutor lebih dahulu jadi penulis dan rasanya masih newbie dalam beberapa bidang ini. Do’akan saja dilain kesempatan aku beranikan diri unjuk gigi eh maksudnya tampil berbicara di depan orang banyak. Aamiin.

2. Participant. Mereka harus punya dua hal yakni passion dan responsibility (karakter). Ingat bahwa tanpa passion Nobody is interested. Magnetnya passion dan secara personal. Tanpa rasa tanggung jawab nothing will get done.

Disertai dengan 4 prinsip yakni :

–  Siapapun yang datang, mereka orang yang tepat.
– Apapun yang terjadi dalam kondisi tersebut terima saja.
– Ada waktunya memilih kapan bisa berkontribusi
– Sudah selesai ya sudah, bisa menjadi speaker/learner.

3. Bumblebee. Julukan ini tepat bagi mereka yang suka sekali belanja banyak gagasan dari satu workshop ke workshop lainnya. Ini juga peran yang aku ambil namun pada kenyataannya tidak kesemuanya dapat diikuti mengingat ada kegiatan yang juga harus dilaksanakan sehingga sempat mendaftarkan diri pada beberapa acara yang waktunya bisa menyesuaikan.

Ini foto profil fbku sebagai tanda peserta πŸ€—

4. Butterfly. Terakhir istilah ini ditujukan pada mereka yang takzim dalam mengikuti sebuah acara sejak awal hingga usai lalu menuliskan review serta merenungkan hal-hal yang didapatkan.

Wah perjalanan masih akan berlanjut nih nantikan keseruan lainnya di pekan berikutnya.

Pekan 3 Zona Growth

Tiba di pekan ketiga Zona Growth yang insyaallah terus memacu semangat belajar dengan tema Six Thinking Hats.

Sekalian mau promo juga ah mumpung di tanggal cantik 2.2 πŸ€—

Pernahkah kamu membayangkan, jika suatu hari nanti akan memiliki sebuah buku karya sendiri?

Tertarik di dunia kepenulisan, tetapi bingung harus mulai menulis dari mana?

Sudah punya naskah sendiri, tetapi belum tau langkah selanjutnya untuk menjadikan sebuah buku ataupun cara memasarkannya?

HAPPY WRITING BOOK, Cara Asyik Jadi Penulis

Dipersembahkan bagimu yang membutuhkan panduan untuk menulis. Sebagai teman untuk belajar dan berlatih menulis.

Buku ini berisi tentang :
βœ… Niat menulis dan menulis untuk apa?
βœ… Berburu mood booster menulis.
βœ… Kisah inspiratif menulis.
βœ… Tips menangkap ide.
βœ… Pengetahuan tentang berbagai genre tulisan (fiksi, nonfiksi, copywriting, cerita anak).
βœ… Praktik menulis langsung.
βœ… Do and Dont’s dalam menulis.
βœ… Belajar teknik swasunting.
βœ… Mengenal media menulis (cetak dan online).
βœ… Mengenal berbagai platform menulis online (Blog, Microblog, Citizen Media, dll).
βœ… Mengenal cara menerbitkan buku.
βœ… Mengenal berbagai teknik dalam pemasaran.
βœ… Merayakan kebahagiaan sebagai penulis

Ditulis oleh para penulis produktif yang menuangkan kisahnya sebagai bentuk motivasi.

Disampaikan dengan bahasa yang ringan, sehingga cocok digunakan oleh penulis pemula sekalipun 😊

Dengan BONUS 3 Kelas Pendampingan Menulis GRATIS senilai Rp. 250.0000

πŸ“ Praktik Terapi Writing for Healing, dipandu terapis Emotional Healing (via Zoom)
πŸ“ Kelas Menulis Kisah Inspiratif (Via WhatsApp)
πŸ“ Kelas Menulis Cerpen (via WhatsApp)

Kelas menulis akan dipandu oleh para penulis produktif:
βœ… Blogger profesional βœ… Penulis cerpen dari kompetisi menulis

Setelah kelas selesai, tulisan akan dibukukan menjadi e-book lho!

Yuuuk, tunggu apalagi? Pesan sekarang, sebelum kehabisaaaaaan πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

❀ Jika membaca adalah cara agar kita mengenal dunia, maka menulis adalah cara agar dunia mengenal kita ❀